Wednesday, 26 August 2015

kata-kata indah pujangga islam "dalam tanda pagar"


#Setiap amal bergantung pada niat. Niat dan tujuan orang beriman lebih baik dan bernilai pada pandangan Allah daripada amalannya. Niat orang yang tidak beriman lebih buruk daripada apa yang nyata dengan amalannya. - Nabi SAW

#Lisan yang didorong dan dikendalikan oleh kekuatan iman akan menghasilkan mutiara-mutiara kata yang elok didengar dan memancarkan kebenaran

#Imam Ali bin Abi Talib berpesan: "Tenangkanlah hati dalam waktu-waktu tertentu, kerana jika hati itu merasa letih ia akan menjadi buta"

#Ibnu Munkadir berkata: "Bagiku nikmat dunia ini hanya ada pada tiga perkara, qiamullail, silaturrahim dan solat berjemaah". Wahai insan yang beriman, renungkanlah dirimu agar kamu mengetahui hakikat dirimu sendiri, dengan demikian kamu akan mengenali Pencipta Yang Maha Agung. Berilah penawar dalam jiwa agar ia tetap suci dan tunduk pada Ilahi.

#Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud:" Rebutlah peluang lima sebelum lima: Masa muda sebelum tiba masa tua. Masa sihat sebelum tiba masa sakit. Masa lapang sebelum tiba masa sibuk. Masa kaya sebelum tiba masa papa. Dan masa hidup sebelum tiba masa mati."

#Madu adalah penyembuh untuk penyakit dan Al-Quran adalah penyembuh bagi penyakit dalam hati, maka hendaklah kamu berubat dengan madu dan Al-Quran.

#Setiap orang itu lemah apabila ia menyerang kerana beliau hanya mempunyai satu tangan untuk mempertahankan diri dan satu lagi digunakan untuk menyerang

#Mengherankan sekali,orang yang mencuci wajahnya berkali-kali dalam sehari, tetapi tidak mencuci hatinya walaupun sekali setahun

#Setiap jiwa merindui kebenaran Ilahi, kerana di sebalik kerinduan itu tersimpan kenikmatan yang paling indah, yang sangat sukar untuk diucapkan dengan kata-kata. Hanya jiwa yang beriman dalam meneguk makrifatullah yang dapat merasakan betapa agungnya jiwa yang mahmudah.

#Setiap kemaksiatan adalah racun di dalam hati yang merosak kesucian jiwa seseorang, kerana ia rindu berbuat dosa yang akan mewariskan kehinaan. Oleh sebab itu, meninggalkan dosa bererti menghidupkan jiwa dan memancarkan cahaya keimanan di celah-celah sanubari insan.

#Yang selalu membunuh kebijaksanaan seseorang ialah tamaknya - Sayidina Ali

#Jadikanlah masa yang berlalu itu pengalaman dan pengajaran, masa yang sedang berjalan kita isi dengan amalan dan masa hadapan jangan terlalu diangan-angankan

#Kata al-Imam As-Syafi’i, “Mencari ilmu itu lebih utama daripada mengerjakan sunnah.”

#Jika kita bandingkan hidup yang singkat di dunia ini dengan hidup yang abadi di alam akhirat, maka hidup ini adalah mimpi belaka

#Rasullullah SAW bersabda;" Orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian".

#Berikan sepenuh kasih sayang kepada ibu bapa, kerana mereka adalah pemegang tali penghubung nyawa ketika kamu meningkat dewasa; kasih mereka terhadap anak adalah kasih dari titisan air mata dan titik peluh yang tak mungkin terbalas.

#Gembira dan bahagia tika menyabit padi kiranya ianya ditanam sendiri. Begitu juga jiwa manusia itu bukan tumbuh kerana upah tetapi kerana kerja yang patut mendapat upah

#Biar kamu tidak cantik di mata penghuni bumi tetapi namamu menjadi perbincangan penghuni langit.

#Nabi SAW bersabda,"Jagalah dirimu daripada api neraka Meskipun dengan sedekah separuh daripada sebiji kurma. Jika tidak dapat,maka sepatah kata yang baik."

#Antara sifat munafik itu ialah menganggap nasihat orang sbagai sindiran kepadanya sebab itu tidak diterimanya

MENCONTEK SPIRITUALITAS GOOGLE

 Jadi…kenapa sebenarnya Google tidak membuat sebuah teknologi PC (Personnal Computer) atau membuat sebuah Operating System untuk sebuah PC atau Laptop? Saya bertanya tentang itu kepada seorang rekan saya yang kebetulan dulu pernah bekerja di Nokia. Saat dia masih di negara asalnya, China.

Mengetahui fakta bahwa rekan saya ini dulunya pernah bekerja di NOKIA, pembicaraan kami sepanjang jalanan dari Balikpapan menuju Kutai Kartanegara pagi itu diwarnai dengan diskusi ngalor ngidul, dimulai dari kenapa NOKIA tidak memasang Android pada Operating Systemnya, kenapa malah Windows Mobile? Lalu cerita tentang kebangkrutan NOKIA, lalu menyambar pada cerita tentang raksasa teknologi Google.

Banyak hal menarik yang dia ceritakan mengenai Google, tetapi satu hal mengenai pertanyaan saya di atas tadilah yang kemudian menjadi tema menarik kami sepanjang perjalanan.

Kenapa Google tidak membuat Operating System sendiri untuk sebuah PC atau LAPTOP, atau kenapa malah Google tidak merambah bisnis PC?

Lalu rekan saya ini menjelaskan dalam bahasa inggris yang pekat dengan logat China-nya. Ini saya baru tahu sekarang. Menurut dia, ada dua pendekatan besar dalam dunia teknologi komputer.

Pendekatan pertama, adalah golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer. Maksudnya, di masa depan, sebuah komputer haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat. Apa sebab, sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM dan kawan-kawannya.

Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE. Yang berpendapat bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server. Server, haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server. Tetapi, sebuah PC itu bisa tersambung ke server.

Tak ingin berpanjang lebar menceritakan tentang teknologi yang saya sendiri tak paham benar, tetapi ide itulah yang ternyata kemudian dipakai oleh Google.

Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya, bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.

Sederhananya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display, dan ini yang paling penting “Terhubung dengan internet”.

Maka kita cobalah lihat semua produk Google. Ada Google maps. Google satelite. Google sky. Street view. Dan segala macam produk Google lainnya kesemuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, atau rendah, asalkan punya network yang kencang. Dan Google membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan, seandainya, semua kemampuan google maps, semua bank data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat? PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu terasa sangat ringan. Bahkan handphone bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil.

Wah, ini hal yang sangat menarik dan membuka mata saya. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan saya itu. Lalu tiba-tiba saya terfikir tentang sesuatu.

“You know what,” Saya sampaikan padanya, bahwa saya teringat tentang sebuah wejangan yang hampir analog dengan cerita dia barusan.

Sepertinya, saya tahu bagaimana mengaplikasikan strategi Google dalam kehidupan sehari-hari.

Rekan saya itu tertarik dan bertanya, bagaimana caranya?

Saya katakan padanya. Kita ini, setiap hari berhadapan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Masalah pekerjaan. Masalah rumah tangga. Masalah ekonomi. Dan segala macam masalah.
Dan pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.

Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks. Kita membebani diri kita sendiri. Sedangkan, hampir kita bisa katakan bahwa mungkin lebih dari sembilan puluh sembilan persen kejadian di dalam hidup ini tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berkelindan dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka kita bisa gila dan depresi. Apa pasal? Perhitungannya luar biasa kompleks.

Maka sebaiknya, kita tiru google. Sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja. Selebihnya, biarkan kalkulasinya dijalankan oleh server. Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Saya jadi teringat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. “istirahatkan dirimu dari tadbir” kata Sang Bijak Ibnu Athoillah.

Apa itu tadbir? Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.

Just do your part. Input datanya. Dan selebihnya biarkan Sang Maha Server –meski kita tahu tak ada umpama bisa menjelaskannya– yang mengaturnya.

Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu “network”, koneksi yang sangat kencang dan stabil pada Sang Maha Server. Dzikrullah. (Oleh: Rio Beni Arya)